
Jakarta - Duel antara Bhayangkara FC menghadapi Persis Solo bakal menjadi momen adu taktik yang menarik antara Paul Munster dengan Peter de Roo pada pekan keempat BRI Super League 2025/2026.
Menjelang bentrok yang bakal berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (29/8/2025) pukul 15.30 WIB itu, Bhayangkara FC harus berhati-hati dengan catatan apik Persis Solo di kandang lawan.
Ini juga menjadi momen yang krusial bagi Paul Munster untuk bisa mengembalikan motivasi anak asuhnya. Sebab, pada awal musim ini, The Guardian harus menelan serangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Sementara itu, di sisi lain, Laskar Sambernyawa memiliki modal yang apik di laga tandang. Akan tetapi, Peter de Roo juga harus memutar otak karena kehilangan sejumlah senjata utama pada awal musim ini.
Duel antara Paul Munster dan Peter de Roo cukup menarik untuk dinantikan. Keduanya punya kesamaan. Selain melatih, mereka sama-sama pernah menjadi Direktur Teknik (Dirtek). Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Kiprah Paul Munster

Paul Munster tentu memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dibanding Peter de Roo. Meski secara usia lebih muda, juru taktik kelahiran Irlandia Utara ini mengantongi lebih banyak pengalaman di Indonesia.
Sebab, dia sudah memulai kariernya bersama Bhayangkara FC sejak 2019. Pada periode pertamanya, Munster bertugas hingga 2022. Setelah itu, ia sempat menjadi Direktur Teknik (Dirtek) di Federasi Sepak Bola Brunei Darussalam.
Akhirnya, pelatih berlisensi UEFA Pro itu memutuskan kembali ke Indonesia saat menerima tawaran Persebaya Surabaya pada 2024. Dia tercatat bertugas selama satu setengah musim di Kota Pahlawan.
Setelah itu, pelatih berusia 43 tahun ini kembali menerima tawaran dari Bhayangkara FC yang baru saja promosi ke kasta tertinggi. Sayangnya, kiprah Munster pada awal musim ini belum cukup memuaskan.
Sebab, dari tiga pertandingan awal, anak asuhnya menelan dua kekalahan dan hanya bisa meraih satu imbang. Catatan inilah yang membuat The Guardian tersungkur di papan bawah klasemen sementara.
Debut Peter de Roo

Debut Peter de Roo di Indonesia berlangsung cukup memuaskan, meski tidak bisa dikatakan impresif. Dari tiga pertandingan awal, juru taktik asal Belanda itu setidaknya sudah dapat mengantongi empat poin.
Berkarier di Indonesia memang menjadi pengalaman baru bagi Peter. Walaupun sebenarnya, dia sudah memiliki pengalaman yang cukup melimpah di regional Asia Tenggara, terutama saat bertugas di Malaysia dan Singapura.
Sebelumnya, pelatih berusia 55 tahun itu sempat menjadi Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Baru setelah itu, eks pemain SC Cambuur itu berlabuh ke Singapura untuk menukangi Balestier Khalsa.
Di klub terakhirnya itu, Peter bertugas cukup lama. Sebab, dia awalnya menjalankan peran sebagai pelatih interim pada 2022, hingga akhirnya ditunjuk sebagai pelatih definitif dari periode 2022 hingga 2025.
Sayangnya, kini Peter menghadapi sejumlah kendala. Sebab, dia harus kehilangan dua pemain asingnya di awal musim, yakni Fuad Sule yang terkena sanksi larangan bermain, serta Adriano Castanheira yang cedera.