
Jakarta Pemain diaspora Timnas Indonesia yang memilih berkarier di BRI Super League 2025/2026 bertambah lagi. Sosok terakhir yang memutuskan pulang ke tanah leluhurnya adalah Thom Haye.
Pemain berjulukan The Profesor itu memilih Persib sebagai pelabuhan barunya, setelah kontraknya di klub Almere City yang terdegradasi ke Eerste Divisie Liga Belanda, tak diperpanjang lagi.
Gelandang berusia 30 tahun itu dikontrak Persib selama dua tahun kedepan. Thom Haye menambah panjang daftar anggota Timnas Indonesia keturunan yang berkiprah di Tanah Air.
Gerbong kepindahan dimulai Jordi Amat yang hijrah ke dari klub JDT di Liga Super Malaysia ke Persija. Disusul striker Timnas Indonesia U-17, Jens Raven dari Dordrecht U-21 ke Bali United.
Berikutnya Rafael Struick pun dirayu Dewa United, setelah penyerang yang dijuluki netizen dengan sapaan sayang 'El Klemer' lepas dari Brisbane Roar di Liga Australia.
Rumor lain yang santer beredar Eliano Reijnders bakal dilepas PEC Zwolle dengan status pinjaman ke Maung Bandung.

Tanggapan Bijak

Gusnul Yakin, pengamat sepak bola senior asal Malang, berpendapat bijak dengan fenomena ini.
"Tak perlu diperdebatkan lagi. Mereka pemain diaspora yang punya ikatan darah keturunan dengan Indonesia. Anggap saja mereka pulang ke tanah leluhurnya. Kita ambil positifnya, jangan berpikiran negatif," katanya.
Toh ada pemain keturunan yang juga memilih kompetisi Indonesia sebagai tempat berkarir. Deretan mantan pemain itu antara lain Jhonny van Beukering, Sergio Van Dijk, Tonnie Cusell, Raphael Maitimo, Ruben Wuarbanaran, dan Irfan Bachdim.
Sementara beberapa pemain keturunan yang masih aktif menggocek si kulit bundar antara lain Marc Klok, Diego Michiels, Ezra Walian, dan Stefano Lilipaly.
Banyak Pemain Keturunan

Bahkan sosok keturunan yang beredar di Super League musim ini laiknya adalah Jordy Tutuarima (Persis), kakak beradik Jordy Wehrmann dan Jasey Wehrmann membela Madura United.
Program naturalisasi masif yang digencarkan PSSI juga menarik minat tiga pemain yang disebut terakhir itu untuk alih kewarganegaraan. Tampaknya mereka ingin pamer kemampuannya langsung di kompetisi Indonesia.
"Pemain punya hak menentukan masa depannya. Jordi Amat dkk. akan bisa merasakan perbedaan Liga di Indonesia dan Belanda," ujarnya.
Sisi Positif
Sisi positifnya, lanjut mantan pelatih Arema era Galatama ini, bisa dilihat bagaimana kolaborasi antara Jordi Amat dengan Rizki Ridho membuat pertahanan Persija solid.
"Saya amati Jordi Amat masih mampu main dengan intensitas tinggi. Sebagai pemain Timnas Indonesia, dia pasti ingin dimainkan Patrick Kluivert. Duetnya dengan Rizki Ridho menambah chemistry keduanya jika Timnas Indonesia butuh mereka," jelasnya.
Gusnul Yakin berharap Thom Haye akan ditandemkan dengan Marc Klok sebagai double pivot lini tengah Persib. "Jika Thom Haye dan Marc Klok bisa padu jadi keuntungan bagi Timnas Indonesia. Mereka bisa jadi opsi lini tengah di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kita lihat saja perkembangan mereka," tuturnya.