Kerjasama Bisnis TG:@LIUO9527
Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Adu Kuat Antarlini Persijap vs Arema FC: Menanti Taji Singo Edan Tanpa Sang Top Scorer BRI Super League

Adu Kuat Antarlini Persijap vs Arema FC: Menanti Taji Singo Edan Tanpa Sang Top Scorer BRI Super League

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-08-30 11:30:02
Dilihat:2 Pujian
Duel Antarlini Persijap Jepara Vs Arema FC - BRI Super League. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Jakarta - Persijap Jepara akan menjalani laga kandang keduanya di BRI Super League 2025/2026, Sabtu (30/8/2025). Tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut akan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Laga yang tidak mudah bagi Persijap.

Tapi, mereka percaya diri ketika main di depan pendukungnya. Terbukti di laga kandang pertama. Persijap berhasil menekuk tim juara bertahan, Persib Bandung 2-1. Padahal Persijap berstatus sebagai tim promosi. Ini membuktikan jika Persijap punya kandang yang angker bagi tim kuat sekalipun.

Jika melihat materi kedua tim, Arema sedikit lebih diunggulkan. Tapi yang perlu diingat, Singo Edan sedang kehilangan banyak pemain penting. Striker yang kini jadi top skorer sementara Super League, Dalberto Luan absen. Dia meminta ijin pulang ke Brasil untuk berjumpa istri dan anaknya yang baru lahir.

Selain itu, bek kanan Achmad Maulana mengalami cedera lutut dan diperkirakan absen sampai akhir musim. Selain itu, ada dua pemain muda yang harus menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-23. Yakni Salim Tuharea dan Arkhan Fikri. Situasi ini membuat kekuatan Arema tereduksi.

Sedangkan Persijap nyaris tanpa gangguan. Mereka bisa turun dengan skuat terbaiknya. Karena tidak ada pemain yang mengalami cedera atau sedang dipanggil membela negara. Jadi, bisa dibilang Persijap kini lebih diuntungkan. Karena pelatih Mario Lemos bisa leluasa menyusun line up di laga ini.

Kali ini,  akan membandingkan kekuatan antar lini kedua tim. Yang paling menarik tentu mengulas lini depan Arema. Bisakah Singo Edan tetap tajam meski tanpa Dalberto. Karena dalam tiga pertandingan, Dalberto menyumbangkan 6 dari total 7 gol yang dimiliki Singo Edan. Itu memperlihatkan berapa Arema akan kehilangan pemain terpentingnya dalam duel nanti.

 


Kiper Berburu Cleansheet Pertama

Kiper Persijap Jepara, Rodrigo Moura, menjalani sesi latihan jelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Nandang Permana)

Musim ini, Persijap mengandalkan kiper asal Brasil, Rodrigo Moura. Kiper 29 tahun itu baru merasakan atmosfer sepakbola Indonesia. Sebelumnya, karirnya banyak dihabiskan di Portugal. Hanya saja, dia belum memperlihatkan performa menawan.

Saat ini, Moura sudah kebobolan 5 gol. Dia belum pernah membuat cleansheet. Meskipun dari segi postur dia sengat ideal sebagai kiper tangguh. Tingginya hampir dua meter. Yakni 198 cm. Tinggal bagaimana dia bisa berkolaborasi dengan pemain belakang Persijap untuk membentuk pertahanan yang tangguh.

Sedangkan Arema mempercayakan posisi kiper utama kepada Adi Satryo. Dia berhasil menggeser posisi Lucas Frigeri. Perfora Adi tergolong apik. Tiga pertandingan baru kebobolan 3 gol. Selain itu, dia ada di urutan ketiga kiper dengan jumlah save terbanyak. Adi melakukan 12 save. Tapi, Adi juga belum membuat cleansheet. Artinya, dua kiper akan bersaing membuat cleansheet pertamanya musim ini.

 


Belakang Masih Ada Celah

Yann Motta (rompi biru) dibayangi Dalberto Luan dalam sesi latihan Arema FC di lapangan ARG, Kabupaten Malang, Rabu (02/07/2025). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Sektor ini kedua tim masih mencari komposisi terbaik. Kubu Persijap diprediksi melakukan perubahan. Karena pekan lalu, mereka kalah 1-3 di markas Borneo FC. Namun, dua bek asing, Diogo Brito dan Douglas Cruz masih akan tetap diandalkan.

Partnernya di kanan dan kiri yang kemungkinan akan diganti. Karena tim ini masih punya pemain seperti Frank Sokoy yang cukup berpengalaman di kasta tertinggi. Selain itu, ada Najeeb Yakubu yang bisa turun sebagai bek sayap. Artinya, tim ini masih butuh bongkar pasang di lini belakang untuk menemukan komposisi terbaik.

Situasi ini sama seperti yang dialami Arema. Dalam tiga pertandingan, mereka selalu melakukan perubahab. Tapi, perubahan itu disebabkan adanya pemain cedera maupun sanksi kartu merah. Kini Arema kehilangan Yann Motta dan Achmad Maulana.

Tapi, sang pelatih punya opsi lain dengan menggunakan skema tiga pemain bertahan. Arema bisa memaksimalkan peran tidak pemain asing dalam komposisi ini. Yakni Matheus Blade, Luiz Gustavo dan Julian Guevara. Namun, hasilnya masih ada celah yang membuat lawan bisa mencetak gol. Seperti saat melawan Bhayangkara. Arema kalah jumlah pemain ketika mendapatkan serangan balik dari lawan. Artinya, transisi ke skema bertahan Arema masih lambat.

 


Lini Tengah Belum Konsisten

Gelandang Arema FC, Valdeci Moreira dalam duel melawan PSBS Biak pada pekan pertama BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (11/8/2025). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dua tim ini punya dua gelandang serang yang diharapkan jadi motor serangan tim. Persijap mengandalkan Elexis Gomez dan Arema Valdeci Moreira. Hanya saja, dua pemain ini masih belum konsisten. Kadang bisa jadi pengatur ritme permainan. Tapi ada kalanya tampil dibawah performa terbaik.

Untuk Alexis, dia sudah membuat satu assist dari tiga penampilannya. Sedangkan Valdeci menyumbangkan satu gol dan belum membuat assist. Sepertinya dua pemain ini masih dalam proses adaptasi dengan tim masing-masing.

Tapi, Valdeci lebih beruntung. Karena ada gerbong pemain asal Brasil yang dibawa pelatih Marcos Santos. Dari 11 pemain asing Arema, hanya ada dua nama yang berasal dari luar Brasil. Yakni Ian Puleio (Argentina) dan Julian Guevara (Kolumbia). Itu mempercepat proses adaptasi Valdeci.

Selain posisi gelandang serang, ada pemain jangkar yang punya peran penting merusak permainan lawan. Persijap punya Wahyudi Hamisi. Dia dikenal sebagai pemain yang tak kenal kompromi. Tak jarang dia melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan lawan.

Sedangkan di Arema, cenderung tidak menggunakan gelandang berkarakter keras. Biasanya, Betinho yang menempati posisi itu. Tapi, saat ini kondisinya masih diragukan karena sakit. Tapi, masih ada Julian Guevara, Samuel Balinsa atau nama lain yang bisa jadi suport bagi Valdeci.

 


Adu Tajam Striker Bayangan

Pemain Persijap Jepara, Carlos Franca, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persib Bandung pada laga BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara hari Senin (18/08/2025) malam WIB. (Dok. Persijap)

Sebenarnya, Arema bisa unggul di sektor ini. Mereka punya top skorer Dalberto Luan yang sudah mengemas 6 gol. Tapi, dia harus pulang ke Brasil sementara waktu karena keperluan keluarga. Jadi, Arema harus mencari sosok targetman yang tepat di laga ini.

Peluangnya, ada pada striker lokal Dedik Setiawan atau Razzaa Fachrezi. Dua pemain ini insting golnya masih diragukan. Dedik musim ini hanya jadi pengganti. Sedangkan Razzaa belum pernah dapat kesempatan bermain.

Jadi, Arema harus bertumpu pada Ian Puleio dan Paulinho Moccelin untuk memecah kebuntuan. Karena dua pemain itu merupakan penyerang sayap atau bisa jadi penyerang bayangan. Terkadang mereka tiba-tiba masuk ke dalam kotak penalti lawan.

Sedangkan di Persija, ada sosok striker murni Abdallah Sudi. Mantan striker PSIS Semarang ini sudah menyumbangkan 1 gol. Tapi, Persijap juga punya striker bayangan yang sudah mengoleksi dua gol. Yakni Carlos Franca. Jadi, lini depan jadi adu tajam para striker bayangan.  


Persaingan di BRI Super League

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}